SLIDE

Rabu, 11 November 2015

OVER THE TOP (OTT) & PEER TO PEER (P2P)

OVER THE TOP (OTT)

OTT merupakan teknologi informasi dibidang pendekatan dan pemodelan (implemtasinya berbentuk aplikasi dan layanan aplikasi) untuk video dan audio streaming, messaging dan berbasis mobile. OTT berjalan di Application Layer yaitu layer teratas pada pemodelan layer TCP/IP maupun OSI.

Adapun Komponen penunjang dalam Over the top, yakni :
Telco World
Telco World diisi oleh ISP(Internet Service Provider) dan provider(penyedia) jasa layanan telekonunikasi dan akses internet lainnya. Telco World bertugas menyediakan infrastruktur internet, koneksi internet dan jalur komunikasi untuk menunjang jalannya aplikasi dan layanan OTT. Adapun contoh dari Telco World yaitu Telkom, Telkomsel, XL.
OTT World
OTT World adalah tempat dimana pengembang aplikasi berbasis OTT berada termasuk semua penyedia layanan dan bisnis berbasis OTT ada di OTT World.
OTT Service
OTT Service didefinisikan sebagai sema bentuk produk layanan di dunia digital(internet) melalui aplikasi-aplikasi komputer berbasis teknologi OTT yang memanfaatkan koneksi internet dan infrastruktur internet yang disediakan oleh Telco World. Jenis layanan yang diberikan OTT Service antara lain layanan streaming video dan audio secara online, layanan jejaring sosial, layanan pesan instan (messaging).
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterkaitan antara Telco World, OTT World dan OTT Service saling terkait dan saling membutuhkan satu sama lain, jika ada satu komponen yang tidak ada maka kita tidak dapat menjalankan aplikasi berbasis OTT.
Kategori Aplikasi dan layanan Berbasis OTT, yaitu :
Sosial Media dan Sosial Network
Aplikasi dan layanan yang berbasis OTT pada sosial media dan sosial nework , dimana para pengguna dapat saling berinteraksi, berbagi data dan file yang berbasis web di internet maupun melalui aplikasi yang diinstal pada smartphone atau komputer. Perbedaan sosial media dan sosial network. Sosial media merupakan media yang mengembangkan aplikasi atau layanan kepada pengguna yang terhubung pada internet dengan berbasis OTT (over the top) melalui smartphone atau komputer, sedangkan sosial network merupakan hubungan antar pengguna sosial media yang saling berinteraksi dan membentuk sebuah jaringan sosial
Mesagging (Pesan Instan) 
Kategori aplikasi yang menekankan pada layanan kirim dan terima pesan secara cepat(instant messaging). Adanya aplikasi ini menjadikan kemudahan dalam berkomunikasi baik dua arah maupun secara massal bukan hanya dalam bentuk teks namun berkembang menjadi video seiring kemajuan teknologi dan dukungan internet yang memadai. Adapun contoh dari layanan dan aplikasi berbasis OTT dengan kategori messaging antara lain WhatsApp, Line, Telegram, Kakao Talk, WeChat.
Streaming Audio dan Video
Kategori layanan dan aplikasi berbasis OTT untuk kategori streaming video dan audio menekankan kepada jenis layanan streaming file multimedia audio dan video secara online kepada pengguna. Salah satu contoh pemberi layanan ini adalah Youtube. Pada aplikasi layanan berbasis OTT dalam kategori streaming audio dan video ada hal yang perlu diketahui dalam pengembangannya, yaitu :
  • Kualitas layanan dari sudut pandang penyedia layanan melalui QoS(Quality of Service).
  • Kualitas layanan dari sudut pandang pengguna melalui QoE(Quality of Experience).
  • Socket programming, port, ID Adress yang menjadi syarat dalam koneksi jaringan komputer.
  • Pemahaman mengenai protokol yang digunakan misalnya UDP(User Datagram Protocol) dan RTP(Real Time Protocol).

PEER TO PEER (P2P)

Peer to peer merupakan sebuah paradigma, teknologi, dan pemodelan jaringan dimana setiap peer (sebutan untuk setiap node atau komputer di dalamnya) saling terhubung dan saling berkontribusi di dalam penyediaan layanan dan pertukaran data, tanpa adanya client dan server, karena semua peer bertindak sebagai client sekaligus server (saling member dan menerima). Semua data dan konten di sharing di dalam internal jaringan P2P untuk semua atau beberapa node yang memerlukan saja. Atau dapat juga dikatakan bahwa peer to peer (P2P) meminimalisisr ketergantungan terhadap komputer server.
Model Jaringan Pada Peer to Peer
  1. Centralized Network digunakan kombinasi antara paradigma client server denan paradigma peer to peer. Pemodelan Centralized Network merupakan hibrida (penggabungan) dari kelebihan yang ditawarkan oleh konsep paradigma client server dan konsep paradigma peer to peer.
  2. Desentralized Network ini tidak adanya peer yang bertindak sebagai client maupun server. Semua peer didalamnya berhak bertindak sebagai server sekaligus client.
Topologi (P2P) Peer to Peer pada WSN
Sebuah WSN dengan sejumlah node sensor di dalamnya, dapat dirangkai menggunakan topologi peer to peer. Setiap node sensor memiliki kemandirian masing-masing untuk berkomunikasi.
Hubungan P2P dengan Personal Area Network
PAN merupakan salah satu jenis jaringan komputer yang dikhususkan untuk menghubungkan kmputer dengan perangkat berkemampuan koneksi lainnya dengan jarak koneksi yang relatif pendek dan koneksi bersifat personal. PAN khususnya WPAN dapat dimanfaatkan sebagai wireless sensor network dalam sekala kecil. WPAN bersifat Low Rate yaitu jarak koneksi dan komunikasi yang relatif dekat serta bit rate yang relatif lebih rendah.
Distributed Hash Table (DHT) pada Peer to Peer
Hash adalah algoritma atau subprogram yang memetakan set data yang besar menjadi set data yang lebih kecil.
Hash table adalah struktur data yang menggunakan yang memiliki file autentik yang lengkap.
Jadi difinisi Distributed Hash Table (DHT) dapat diartikan sebagai sebuah tabel distribusi untuk data – data Hash di antara beberapa peer pada paradigma peer to peer yang didalamnya memuat Hash Table dan data Hash itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar